RADARLAMPUNG.CO.ID - Format baru Piala Dunia 2026 dengan 48 peserta membuka peluang lebih besar bagi lahirnya tim kejutan di panggung sepak bola dunia.
Dalam beberapa edisi terakhir, publik menyaksikan Maroko mencapai semifinal 2022, Kroasia menjadi finalis 2018, dan Kosta Rika memuncaki grup maut pada 2014.
Fenomena kuda hitam bukan hal baru karena status unggulan tidak selalu menjadi penentu keberhasilan di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Kedalaman skuad, konsistensi permainan, dan mentalitas dalam fase gugur kerap menjadi faktor pembeda.
Di tengah dominasi negara-negara elite, sejumlah tim mulai mencuri perhatian lewat performa impresif sepanjang kualifikasi.
Ekuador, Jepang, dan Norwegia menjadi tiga tim yang diprediksi berpotensi menghadirkan kejutan di Piala Dunia 2026.
1. Tak Banyak Kebobolan, Ekuador Diam-Diam Siap Mengguncang Piala Dunia
Ekuador tampil meyakinkan sepanjang kualifikasi Piala Dunia zona Amerika Selatan.
Tim asuhan Sebastian Beccacece finis di posisi kedua klasemen dan tidak terkalahkan dalam 15 pertandingan.
Kekuatan utama Ekuador berada di lini pertahanan yang sangat disiplin.
Dari 18 pertandingan kualifikasi, Ekuador hanya kebobolan lima gol dan mencatat 13 clean sheet.
Skuad yang diperkuat Moisés Caicedo, Piero Hincapié, dan Willian Pacho menjadi salah satu tim paling sulit ditembus.
Beccacece membangun tim yang mengutamakan organisasi permainan, disiplin taktik, dan kontrol pertandingan.
Meski solid di belakang, Ekuador masih menghadapi persoalan produktivitas gol.
Mereka hanya mencetak 14 gol sepanjang kualifikasi, terendah di antara tim Amerika Selatan yang lolos.
Ketajaman lini depan masih bergantung pada Enner Valencia yang mencetak enam gol selama kualifikasi.
Pertahanan yang kokoh dapat menjadi modal penting dalam pertandingan sistem gugur.
Jika mampu lebih efektif di depan gawang, Ekuador berpeluang melampaui pencapaian babak 16 besar pada 2006.
2. Jepang Tak Mau Lagi Berhenti di Babak 16 Besar
Jepang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dari Asia di Piala Dunia.
Meski demikian, Samurai Biru belum pernah menembus babak perempat final.
Empat kali lolos ke fase gugur, empat kali pula langkah mereka terhenti di babak 16 besar.
Jepang bahkan menjadi negara dengan jumlah pertandingan Piala Dunia terbanyak tanpa mencapai delapan besar.
Total 25 pertandingan telah dijalani Jepang tanpa berhasil menembus perempat final.
Pada Piala Dunia 2018, Jepang hampir menyingkirkan Belgia sebelum kalah 2-3 secara dramatis.
Empat tahun kemudian, mereka kembali tersingkir lewat adu penalti melawan Kroasia.
Kini kepercayaan diri dalam skuad Jepang disebut semakin tinggi.
"Kami ingin memenangkan Piala Dunia," kata Hajime Moriyasu.
"Karena itu tim nasional siap memainkan setiap pertandingan seolah-olah itu adalah laga terakhir kami," lanjutnya.
Optimisme tersebut didukung hasil positif melawan sejumlah tim elite dunia dalam beberapa tahun terakhir.
Jepang tercatat mampu mengalahkan Jerman, Spanyol, Inggris, dan Brasil.
Sebanyak 13 pemain dari skuad Piala Dunia 2022 kembali masuk tim untuk edisi 2026.
Meski kehilangan Kaoru Mitoma dan Takumi Minamino akibat cedera, Jepang tetap memiliki banyak pemain berkualitas.
Takefusa Kubo, Daichi Kamada, Daizen Maeda, dan Ayase Ueda menjadi andalan utama mereka.
Permainan berintensitas tinggi dan pressing agresif menjadi identitas yang terus dipertahankan.
Dengan fondasi tersebut, Jepang berpeluang mencatat sejarah baru di Amerika Utara.
3. Haaland dan Odegaard Pimpin Kebangkitan Norwegia
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Norwegia sejak edisi 1998.
Generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Odegaard akhirnya mengakhiri penantian panjang negaranya.
Tim asuhan Stale Solbakken tampil impresif sepanjang fase kualifikasi.
Bersama Inggris, Norwegia menjadi satu dari dua tim Eropa yang menyapu bersih seluruh laga kualifikasi.
Mereka mencetak 37 gol dan hanya kebobolan lima kali dalam delapan pertandingan.
Kekuatan utama Norwegia berada di sektor penyerangan.
Haaland mencetak 16 gol dan menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang kualifikasi Eropa.
Di lini tengah, Odegaard menjadi kreator utama sekaligus pencatat assist terbanyak selama kualifikasi.
Norwegia juga memiliki Alexander Sorloth yang menjadi pasangan ideal bagi Haaland.
Kecepatan Antonio Nusa, Oscar Bobb, dan Andreas Schjelderup semakin memperkuat daya gedor tim.
Meski memiliki kualitas individu tinggi, pengalaman turnamen besar masih menjadi tanda tanya.
Sebagian besar pemain Norwegia belum pernah merasakan atmosfer kompetisi besar internasional.
Mereka juga berada di grup yang dihuni juara bertahan Prancis dan finalis Piala Afrika, Senegal.
Jika mampu lolos dari fase grup, Norwegia berpotensi menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen.
Jepang dinilai sebagai kandidat paling matang berkat pengalaman dan konsistensi mereka di Piala Dunia.
Di sisi lain, Ekuador memiliki pertahanan yang sangat solid sepanjang kualifikasi.
Norwegia menawarkan kekuatan lini serang yang mampu mengancam tim mana pun.
Format baru dengan 48 peserta membuat peluang menuju fase gugur semakin terbuka.
Jika melihat sejarah turnamen sebelumnya, setidaknya satu dari ketiga negara tersebut berpotensi menjadi kuda hitam Piala Dunia 2026.
Mereka berpeluang mengikuti jejak Maroko, Kroasia, dan Kosta Rika sebagai tim yang mengubah peta persaingan sepak bola dunia.